KAMI DARI SEMUA : IndonesiAn BlogWalker

Blogging… Way I Get Relax a little while Learning     

Kami Dari Semua : Republika Online – Anatomi Kecerdasan Intelektual

Yes, We Got Brain

We Got Brain... Aren't We ? so Use It

Berat otak manusia hanya sekitar 1,5 kg atau kurang lebih lima persen dari total berat badan manusia. Namun, benda kecil ini mengonsumsi lebih dari 30 persen seluruh cadangan kalori yang tersimpan di dalam tubuh. Otak memiliki 10 sampai 15 triliun sel saraf dan masing-masing sel saraf mempunyai ribuan sambungan. Pertumbuhan sel otak itu terjadi pada usia anak-anak.

Kapasitas memori  Otak hanya digunakan sekitar 4-5 persen dan untuk orang jenius memakainya 5-6 persen. Sampai sekarang para ilmuwan belum memahami penggunaan sisa memori sekitar 94 persen.

Pertama kali perlu kita jelaskan yang dimaksud dengan kata intelektual dalam tulisan ini bukanlah kecerdasan rasional atau kecerdasan logika seperti yang selama ini dipersepsikan oleh banyak tulisan yang berbahasa Indonesia. Kata intelek dalam bahasa Inggris (intellect) lebih banyak berada di dalam wilayah spiritual daripada ke wilayah rasional intelektual. Sama dengan kata akal dalam bahasa Indonesia lebih banyak berkonotasi sarana kecerdasan biologis, padahal kata akal dalam bahasa Arab (‘aql) lebih banyak menjadi sarana kecerdasan rohani. Bahasa Indonesia populer telah mereduksi banyak istilah bahasa agama yang sangat penting.

Kecerdasan intelektual memang tidak bisa dipisahkan dengan struktur otak manusia, tetapi sekali lagi, kesempurnaan struktur otak tidak berbanding lurus dengan kehebatan kecerdasan spiritual seseorang. Mungkin ada orang yang secara biologis sel-sel otak yang dimilikinya tergolong sempurna, tetapi belum tentu menjanjikan kecerdasan intelektual. Sebaliknya, ada orang yang tidak memiliki standar kecerdasan otak/ logika, tetapi memiliki kecerdasan spiritual yang tinggi. Inilah yang dianalisis oleh para ahli spiritual modern, seperti William Chitik, SH Nasr, Osman Bakar, dan mendiang Saciko Murata.

Anatomi kecerdasan intelektual ditentukan oleh banyak faktor, tidak terkecuali faktor kondisi objektif struktur otak manusia. Kenyataannya, menurut para ahli neorologi, otak manusia memang sangat berbeda dengan struktur otak binatang, termasuk struktur otak manusia kuno juga berbeda dengan struktur otak manusia modern. Rongga tengkorak manusia purba lebih kecil, lebih dekat kepada primata/ monyet. Sedangkan, manusia modern memiliki otak lebih besar…………………………..

Baca selengkapnya di :

http://republika.co.id:8080/koran/52/144910/Anatomi_Kecerdasan_Intelektual

Your Comment Please, !t's FREE - 免費 - 무료 - ללא תשלום

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s