PUISI : Merangkai Bait untuk ‘SEBUAH KENANGAN’

KEMARIN TENTANG KU Β [adalah] TENTANG MU ESOK


Menengok waktu yang lampau
Mengulang saat terkenang
Tergambar cerminan ke-khas-an Seorang Puteri

Ada Bayu lembut menghembus
Ada gelap pekat melekat
Ada degup berpacu didiriku
Saat kutonton Indahnya Puteriku di ruang mimpi membentang panjang

Sempat ada saat terjaga
Semua Indah kujadikan nyata
[walau sesaat]
Sebab kini ku kubur angan beserta kasihmu dalam tidurku yang sulit

Sementara disini ku bertanya tentang kemarin ???
dan
Disana kau mereka Esok ???

 

……….., Mei 21

Merakit Bait on Blog Kami Dari Semua

Advertisements

11 thoughts on “PUISI : Merangkai Bait untuk ‘SEBUAH KENANGAN’”

  1. menengok kenangan silam tentulah sangat menyenangkan sekaligus membuat keriangan2 dihati…..tapi tentunya kenangan silam yg indah bersama “semua” nya….
    salam kenal dan salam persahabatan πŸ˜€

    1. BensDoing, Terima Kasih Banyak sudah berkunjung πŸ™‚

      Terima Kasih juga untuk komentar-nya.
      Betul sekali aneka rasa mampu dihadirkan oleh kenangan. Semoga kenangan yang Baik selalu jauh lebih banyak daripada kenangan yang kurang Baik sehingga Keriangan Hati yang akan selalu dirasa.

      Salam Kenal juga untuk BensDoing
      Saya juga akan segera berkunjung ke Blog BensDoing

  2. Sepertinya ada sesuatu dengan dengan judulnya, tapi belum juga saya temukan sesuatu itu :D.
    KEMARIN TENTANG KU [adalah] TENTANG MU ESOK dan Sekarang tentang Kita

  3. Jika kau bertanya tentang kemarin, kubiarkan dia hanyut dalam kenangan. Biar mereka buatkan prasasti yg dengannya bisa kukepak sayap menuju pulang πŸ™‚

    Haha..asyik dah punya teman kreatif bisa ikutan

    1. Thanks sudah mampir dan memberi komentar disini Mba’ Evi

      Kalau Mba’ Evi itu bukan ikutan TAPI memang sudah dan selalu kreatif πŸ™‚

      Hampir setiap orang mendapatkan gilirannya merenung dalam perasaan ‘tidak bergembira’ atas sesuatu kehilangan atau ketidakberhasilan. Kita sering menamakannya ‘Kenangan’.
      Seiring merambatnya waktu, keadaan dapat berubah … ( semoga berubah menjadi lebih Baik tentunya πŸ™‚ ) dan pada titik tersebut, moment dimana kita sempat berkepanjangan ‘merenung’, ternyata telah menjadi kenangan pula. Perasaan yang hadir saat perenungan dimasa yang lampau dengan perenungan disaat ini tentu bisa berubah … sesuai dengan ‘perbedaan keadaan’ yang telah terjadi πŸ™‚

      Sesuatu yang dulu direnungi dengan penuh kegetiran bisa jadi saat ini menghadirkan senyum dan tawa saat di kenang ulang. Yang terberat adalah bila kegetiran dalam renungan terdahulu terus terbawa kemasa sekarang bahkan kegetirannya makin jelas membekas.

      Mudah-mudahan kegetiran tidak membunuh semangat … karena tetap ada ruang tersisa dimana kedukaan tetap dapat ‘dinikmati’ dengan cara lebih bijaksana
      Semoga allah selalu memberi kemudahan Amiin.

      BTW, bait-bait diatas sudah lawas he he ditulis tahun 1995
      Biasanya hanya disimpan dalam lembaran dimana dia pertama kali digoreskan, tapi kali ini biar dia ikut bercerita ini agar Blog ini lebih berwarna he he he πŸ™‚

      Keep Sharing ya…

Your Comment Please, !t's FREE - 免費 - 무료 - ללא ΧͺΧ©ΧœΧ•Χ

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.