KAMI DARI SEMUA : IndonesiAn BlogWalker

Blogging… Way I Get Relax a little while Learning     

Kami Dari Semua : Tak Akan Pernah Sama [ Cara Terindah Membalas Cinta Ayah Bunda ? ]

Kami Dari Semua : Indonesia Blogwalker dalam Aktifitas Kreatif  Blogwalking  mencari Cara Terindah Untuk Membalas Cinta Ayah Bunda.

Kami Dari Semua - Ayah Bunda 1

imelda.coutrier.com

Menuliskan ini  setelah beberapa minggu terakhir mengikuti berita mengenai Penyakit Musiman yang selalu mengintai kita dan dapat kapan saja menyerang tanpa aba-aba di musim penghujan ini. Sekarang ini saya tidak ( belum ) bercerita tentang Penyakit musiman itu sendiri🙂 , tapi sedikit berbagi tentang rasa yang menelusup jauh kedasar hati saat mendengar dan melihat Keluarga, Saudara, Sahabat atau  Teman  kita yang sedang menderita sakit… terlebih bila yang sedang jatuh sakit adalah Ayah atau Bunda yang Sangat Mencintai Kita ( Mudah-mudahan  Seharusnya kitapun Sangat Mencintai Mereka ).

Saat Ayah & Bunda sakit, saya selalu bersedih …
Bersedih karena tidak akan pernah bisa memberikan hal sama apalagi lebih baik dari yang pernah Mereka lakukan disaat sakitku dimasa kecil dan kanak-kanak.

Dalam sakitku hanya Tenang dan Damai yang (makin) terasa karena Belai Lembut, Dekap Hangat dan Bujukan Ayah Bunda tak putus mengaliri jiwa saat Mereka tenangkan aku dalam gendongannya .

Ah… betapa saat sakitku menjadi kenangan Teramat Indah karena Cinta-mu Ayah Bunda. ( Rindu aku saat Kau gendong untuk curahkan Kasih dan Cintamu dalam sehat dan sakit ku … sesuatu yang (mungkin) tak pernah kami lakukan untukmu )

~

Sebagai tanda bakti dan untuk menyenangkan hati mereka ada baiknya kita lebih mempersering  mengungkapkan rasa Kasih serta Cinta kepada Ayah Bunda meski lewat cara yang sangat sederhana.  Misalnya dengan kreatifitas menuliskan beberapa baris bait ungkapan cinta kemudian mengirimkannya kepada mereka melaui Pesan Singkat / SMS atau dengan cara menyertakannya saat meng-update Status Faceebook atau bisa pula lewat Blog yang kita punya ( orang tua kita dimasa sekarang ini sudah banyak yang bersahabat dengan Media Komunikasi / Jejaring Sosial seperti itu lho :)  ).

Bahkan dalam kesempatan mengunjungi mereka tidak ada salahnya untuk menyampaikan langsung rasa Rindu, Kasih serta Cinta itu lewat lagu yang khusus kita nyanyikan untuk mereka atau dengan membacakan untaian bait yang teristimewa kita rangkai hanya untuk Ayah Bunda. Walau mungkin ada rasa segan dan terlalu malu untuk menyebut karya yang kita ciptakan dengan cara  Merakit Bait untuk meng – Untai Makna tersebut sebagai  PUISI  UNTUK  CINTA TERBAIK  &  TERINDAH  MILIK  AYAH  BUNDA , cobalah lakukan saja dan lihat manfaat kreasi /  usaha kreatif  yang telah kita persembahkan tadi terhadap kedekatan / keeratan hubungan kita dengan Ayah Bunda.


~~~oO0~~~

Tuhanku Pemilik Kebun-Kebun Cinta
Belum Penuh Keranjangku
Memetik Buah Kebaikan Dan Kebijakan Dari Panen Abadi Berlimpah
Di Kebun Cinta Ayah Bunda


Aneka Buah Dipetikan Ayah Bunda Untukku Dari Kebunnya
Kini Menjadi Benih Tersemai Di Kebun Kecilku
Yang Masih Lagi Tunas … Belum Pula Berkembang …
Butuh Ribuan Musim Berganti Sampai Masanya Belajar Berbuah …


Tuhanku Penggenggam Sang Masa Dalam Kuasa-MU
Jadikan Waktu Selalu Setia Bersama Ku Dan Ayah Bunda
Hingga Masih Banyak Lagi Hari Yang Kami Lalui
Untuk Bersama Duduk Ditemani Hangat Sejuk Mentari Pagi
Yang Tepikat Hingga Enggan Meninggi Pergi
Saat Dengarkan Ayah Bunda Berkisah Tentang Kebun-Kebun Cinta Nan Hangat Damai Dan Indah
Hingga …
Di Kebun Ku Ini Tunas Terus Tumbuh Dan Putik Merekah Berkembang
Lalu …
Masa Panen Buah Cinta Kami Rayakan Dalam Pesta Syukur Pada-Mu


Tuhanku Pemenuh Pinta
Sekarang …  Juga Nanti …  Dan Selamanya
Jadikan Kebun Kecil Ku Selalu Se-Indah Damai Dan Hangat  Layaknya Kebun Cinta  Maha Luas Yang Kau Hamparkan Didalam Hati Ayah Bunda

Ariko,  January 25

~~~oO0~~~

Teriring Do’a dari Kami untuk Semua yang sedang terbaring sakit …  Semoga Iman , Ketabahan dan Keihlasan selalu menjadi teman  setia yang menjaga dan merawat dikala  sakit kita.  Semoga Allah mengaruniakan kembali kesehatan kepada kita melalui kesembuhan … Kesembuhan Yang Tidak Meninggalkan Sakit Lagi.

KAmi Dari Semua - Ayah Bunda 11

urbanfam.wordpress

KAmi Dari Semua - Ayah Bunda 12

puisimu.com

Kami Dari Semua - Ayah Bunda 13

putramalawi.wordpress

Tulisan sangat sederhana dengan judul ” Kami Dari Semua : Tak Akan Pernah Sama   [ Cara Terbaik Membalas Cinta Ayah Bunda ? ] ”  sebagian isinya adalah komentar saya pada sebuah Blog ( salah satu dari sejumlah Blog Pilihan / Inspiratif yang cukup sering  kusinggahi untuk membaca dan menimba murninya air pengetahuan serta kebijakan yang seringkali tak mampu kutampung dalam cawan kecil-ku  ).

Yang kutemukan dalam sumur Ilmu kali ini sebuah Puisi Kemurnian CINTA SUCI : Ada Doa dalam pinta berbalut sanjungan seorang Puteri untuk seorang Wanita yang sedang Terbaring Sakit, Do’a yang  lahir dari sebuah kekaguman atas  sosok Wanita nan Sangat Mulia …  IBUNDA.

Ibu,
Bolehkah
Kupinjam hatimu,
Agar kutau apa itu tulus
Agar kutau apa itu ikhlas

Ibu,
Pinjamkan aku matamu
Agar kufaham arti rindu
agar kufaham arti cinta

Ibu,
Biarkan
Kuraba lembut kerutmu
Agar kutau arti hidup
Agar kutau arti nelangsa

Ibu,
Izinkan
Kucium dirimu dalam tiap sujudku
Menggetar dalam kasih sayangmu yang tak terpana

Terima Kasih bundadontworry untuk Share nya yang mengingatkan kami akan CINTA

Credit to : BundaDontWorry ( http://bundadontworry.wordpress.com )

Diatas adalah Goresan Tangan untuk seorang Ibunda, Rangkaian Bait yang Menguntai Makna Sanjungan Tulus dan Sangat Indah, sungguh menggetarkan hati. Mungkin terlahir saat rasa sedih mendera namun justru mampu membangkitkan semangat untuk menjadi lebih baik dengan meniru jejak langkah mantap digaris yang lurus dari Bunda-Bunda kita. Ya Bunda-Bunda terbaik kita telah membekali putra-putrinya dengan ketegaran yang selalu dia contohkan dalam tiap tarikan dan hembusan nafasnya. Sebuah ketegaran seorang Wanita adalah bentuk sebuah SEMANGAT yang UNIK TIADA DUA, semangat / optimisme yang bukan membara berapi-api dan membakar hati TAPI semangat yang lembut teduh namun teguh setia, yang menjaga hati senantiasa dalam rasa kedamaian dan tunduk santun dalam ketegaran semangat memperjuangan cita-cita luhurnya.

Selayaknyalah kita semua, khususnya Generasi Muda untuk menjadikan Ayah Bunda sebagai salah satu Teladan / Idol. Memilih Idol / Teladan yang tepat akan sangat berpengaruh pada pembentukan alur cerita masa depan kita yang kemudian akan kita warisi kisahnya kepada generasi setelah kita🙂

Kami Dari Semua - Ayah Bunda 2

Ingin punya kisah sejarah hidup yang Indah & Mulia dalam kenangan ???
Mulailah dengan memilih Idol / Panutan yang Tepat dan Panutan / Idol yang tepat untuk kita diantaranya adalah …

Mereka yang :  Popularitasnya tidak pernah redup meski musim berganti,  yang menyanyikan lagu termerdu dalam petuah bijaknya untukmu, yang hidup dalam kenyataan tanpa bersandiwara, yang banyak memberimu dengan tulus tanpa meminta balas, yang tersenyum melihat polah nakalmu,  yang bersemangat mengajarimu belajar melangkah dijalan kebajikan,  yang meluap bangganya sekecil apapun prestasimu,  yang lapar perutnya demi kenyangmu, yang sedikit lelapnya demi pulasmu, yang berikan sanjungan dengan jujur dan tulus untukmu,  yang menangis dalam marahnya padamu,  yang jadi penjaga hatimu dengan kelembutan, yang melindungimu mu dari segala yang dapat menyakitkan dan menghancurkan,  yang membalut jiwa raga mu dengan hangat sejuk cinta,  yang tidak pernah meninggalkanmu dalam sunyi hampa kesendirian,  yang tak akan rela melepaskan genggaman tangannya padamu saat ganasnya ombak kehidupan mengombang-ambingmu,  yang menyalakan obor pelita mu saat kau terperangkap kegelapan, yang setianya padmu tak pernah terhianati…

( Hingga kering samudra tinta tak akan pernah mampu menyelesaikan goresan  untuk lukiskan KEBAIKAN mu Ayah Bunda. Atas segalanya darimu untuk kami… hanya Allah yang mampu membalas dengan Cinta-Nya Yang Maha Luas, hingga semesta yang mengapung dalam kuasa-Nya kelak terlihat kecil dibanding Ridha-Nya untuk Ayah Bunda)

Oya Sobat Bloggers & Blogwalkers, saya sangat gembira menerima sebuah komentar untuk tulisan ini berupa ulasan singkat menarik yang membuat saya merenung cukup dalam, diakhir komentar disertakan pula pertanyaan yang sama menariknya seperti yang dapat kita baca dibawah ini 🙂

  • “Iya ini sesuatu yg aneh dari umat manusia, cinta anak tak akan pernah bisa menandingi kebesaran cinta orang tua mereka. Anak tak bisa memberi cinta tanpa syarat seperti yg dilakukan mereka. Orang tua kita jauh lebih bersedia mati demi anak-anaknya ketimbang untuk orang tua mereka sendiri. Kira-kira penyebabnya apa ya? Semacam chips kah yg ditanamkan Tuhan ke dalam sanubari manusia agar spesies kita bertahan hidup?”

Terimakasih Mba’ Evi  ( http://jurnaltransformasiku.wordpress.com )

Sobat Blogger / Blogwalker pasti bersedia menyempatkan waktu dan menyumbangkan fikiran dengan memberi komentar untuk tulisan ini + tambahan dari Mba’ Evi.  Komentar  Sobat semua akan sangat bermanfaat bagi saya  ( dan kita  semua ) , Terima Kasih  🙂

11 responses to “Kami Dari Semua : Tak Akan Pernah Sama [ Cara Terindah Membalas Cinta Ayah Bunda ? ]

  1. Abufahry's February 19, 2012 at 10:16 PM

    Subhanallah, sampai berulang-ulang Aku baca, tak terasa semakin dalam hatiku teringat akan kasih sayang dua orangtua ku yang sangat tulus memberikan kasih sayang dan kesabaran yang sangat luar biasa pada sebelas putra-putrinya dengan segala keterbatasannya, pun hingga pada suatu saat Allah mengujinya dengan mengambil penglihatannya Beliau pun tetap bersabar, walau dokter memvonis bahwa penglihatannya tidak dapat di sembuhkan, Beliau malah semakin rajin dalam beribadah, dan Allahu Akbar!!! dalam beberapa tahun kemudian Allah mengembalikan penglihatan Beliau dengan sempurna tanpa obat dan perantara apapun…..

  2. diancharita January 31, 2012 at 5:35 AM

    Bagus banget🙂 Meski sy tidak pernah paham bagaimana kasih ayah dan ibu kandung, tetapi sy rasakan semua kasih ini dr nenek sejak kecil ^^

  3. auuak January 28, 2012 at 10:15 PM

    yang buat ibunya bagus,…

  4. yunie January 28, 2012 at 8:41 PM

    Puisi buat Ibu… nyentuh banget😦 jadi pengen nangis hikz.. hikzz soale lagi kangen sm Ibu😦

  5. Photrot January 27, 2012 at 8:26 AM

    banyak hal yang saya dapat dari artikel ini, membuat hati tersentuh dan terdorong mengukur kualitas diri terhadap orang tua

  6. yisha January 26, 2012 at 2:20 PM

    duh, sob, … sukaaa post mu iniiii …

  7. imsfly January 26, 2012 at 2:08 PM

    itu keren mas

  8. bundadontworry January 26, 2012 at 10:44 AM

    salam kenal Ariko dan Sofia
    kadang, sebagai anak sekaligus orang tua, sering kita tdk mengerti ,
    apa sebenarnya yang dirasakan oleh orang tua atau anak kita, ketika salah satu dr orang tua kita terbaring sakit.
    kesedihan, keprihatinan, takut kehilangan adalah manusiawi sekali, krn cinta kita………… selalu penuh harap
    hanya doa anak yg sholeh dan sholehah saja yg sampai pada Yang Maha Segalanya…..

    Semoga semua orang tua kita selalu diberikan rezeki kesehatan oleh Maha Pemberi Segalanya…………. aamiin
    salam

    NB: terimakasih telah memuat puisi bunda disini Ariko dan Sofia.

  9. Evi January 26, 2012 at 7:38 AM

    Iya ini sesuatu yg aneh dari umat manusia, cinta anak tak akan pernah bisa menandingi kebesaran cinta orang tua mereka. Anak tak bisa memberi cinta tanpa syarat seperti yg dilakukan mereka.Orang tua kita jauh lebih bersedia mati demi anak-anaknya ketimbang untuk orang tua mereka sendiri. Kira-kira penyebabnya apa ya? Semacam chips kah yg ditanamkan Tuhan ke dalam sanubari manusia agar spesies kita bertahan hidup?

    • Ariko (&) Sofia January 26, 2012 at 7:55 AM

      Terima Kasih Banyak Mba’ Evi atas kunjungan-nya🙂
      Wah tambahan ulasan ringkas yang sangat menarik dari Mba’ Evi, saya jadi merenung sangat dalam dan pertanyaan di akhir komentar Mba’ Evi menjadi dorongan bagi saya mencari tahu jawaban-nya.

      Mohon izin untuk ditambahkan kedalam tulisan saya diatas ya Mba, sehingga bila ada Sobat Bloggers atau Blogwalker yang singgah dan membaca tulisan ini dapat ikut memberi masukan & jawaban🙂

      BTW, bagaimana kegiatan Wisata Kuliner & Jalan-nya… pasti seru dan bertambah pengalaman berharga🙂

      Thanks & Keep Sharing

      • Evi January 26, 2012 at 5:34 PM

        Terima kasih juga sdh menambahkan komen pendek aku ke dalam catatannya Mas Ariko.Merasa tersanjung.
        Mengenai wisata dan jalan, selama bisnis masih punya omset, insya allah jalan2 terus menarik Mas hehehe..Thank you

Your Comment Please, !t's FREE - 免費 - 무료 - ללא תשלום

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s