KAMI DARI SEMUA : IndonesiAn BlogWalker

Blogging… Way I Get Relax a little while Learning     

Category Archives: MERAKIT BAIT UNTAI MAKNA

Kami Dari Semua : Puisi SANG MATAHARI – Sahabat Sejati Yang Pergi Untuk Pulang Tak Kembali

Indonesian Blogwalker : Puisi Untuk Sang Matahari – Menyusul Do’a Yang Telah Kupanjatkan
// Puisi ku Iringi SAHABAT SEJATIYang Pergi Untuk Pulang


SANG MATAHARI

Sahabat sejati akan selalu ingatkan “..tak perlu mengulang untuk keliru..!”
lewat kenangan yang berkisah
tentang dulu, ketika satu atau berkali waktu dia kirimkan kado marah cinta
disampulnya dengan canda, tangis atau serapah
tiap kali aku melangkah salah

Sahabat sejati akan   tetap dengan kencang mendera
kepada mimpi-mimpi yang menjaga kita tak terjaga
kepada ke-engganan yang menjajah gairah
kepada semangat yang tak lagi berpeluh keringat

Karena sahabat sejati tak akan pernah rela hati
bila kita gadaikan janji dan tiada lagi berlari !!!

Sahabat sejati tetaplah Sang Matahari
bahkan saat dia   meredup lalu pergi
meski malam miliknya  belum lagi menghampiri

Padaku dia titipkan cahayanya lewat lirih bisik
“Sungguh… ‘kau bisa mewujud Purnama’ “

January, 29


Kau Mampu Membuatku Berpuisi  Wahai  Sang Matahari – Sahabat Sejati Yang Pergi Untuk Berpulang
( Dia Yang Sesuatu Banget )

 Sahabat Sejati tak pernah benar-benar pergi. Dia ingin  kita selalu mampu  berdiri tegak dan berteriak lantang !
” Tak akan pernah aku berhenti memacu lari… hingga nanti kupadamkan kesombongan kota ini dengan derasnya peluhku yang telah mewujud JANJI ”


Read more of this post

Kami Dari Semua : Tak Akan Pernah Sama [ Cara Terindah Membalas Cinta Ayah Bunda ? ]

Kami Dari Semua : Indonesia Blogwalker dalam Aktifitas Kreatif  Blogwalking  mencari Cara Terindah Untuk Membalas Cinta Ayah Bunda.

Kami Dari Semua - Ayah Bunda 1

imelda.coutrier.com

Menuliskan ini  setelah beberapa minggu terakhir mengikuti berita mengenai Penyakit Musiman yang selalu mengintai kita dan dapat kapan saja menyerang tanpa aba-aba di musim penghujan ini. Sekarang ini saya tidak ( belum ) bercerita tentang Penyakit musiman itu sendiri 🙂 , tapi sedikit berbagi tentang rasa yang menelusup jauh kedasar hati saat mendengar dan melihat Keluarga, Saudara, Sahabat atau  Teman  kita yang sedang menderita sakit… terlebih bila yang sedang jatuh sakit adalah Ayah atau Bunda yang Sangat Mencintai Kita ( Mudah-mudahan  Seharusnya kitapun Sangat Mencintai Mereka ).

Saat Ayah & Bunda sakit, saya selalu bersedih …
Bersedih karena tidak akan pernah bisa memberikan hal sama apalagi lebih baik dari yang pernah Mereka lakukan disaat sakitku dimasa kecil dan kanak-kanak.

Dalam sakitku hanya Tenang dan Damai yang (makin) terasa karena Belai Lembut, Dekap Hangat dan Bujukan Ayah Bunda tak putus mengaliri jiwa saat Mereka tenangkan aku dalam gendongannya .

Ah… betapa saat sakitku menjadi kenangan Teramat Indah karena Cinta-mu Ayah Bunda. ( Rindu aku saat Kau gendong untuk curahkan Kasih dan Cintamu dalam sehat dan sakit ku … sesuatu yang (mungkin) tak pernah kami lakukan untukmu )

~

Lanjutkan menelusuri Cinta ini…

Kami Dari Semua : Kesunyian Saat MenCintai Tetaplah KeIndahan Rasa Yang Menyiksa


Sekejap walau
Indah pesona wujud-Mu kuasai pandang-ku
Berjuta … mungkin tak terbilang
Rasa tak terbendung mengalir hadir

Sisakan Gelora satu tanya … permainkan asa
di Kedalaman Cinta kah terjatuh aku ?

Belum usai rangkaian kata…

Kami Dari Semua : [ walau ] MENTARI TELAH MENJELMAKAN PAGI



Bahkan …
Semesta pun gelap gulita saat Kau belum terjaga
Karena
di Indah Mata Mu Sang Cahaya terpenjara




( mungkin ini bukan ) a Poem / Puisi  :

” ( hanya ) Bait yang Terangkai di Kami dari Semua manaKala Mentari Telah Menjelmakan Pagi” 





» Lihat Rangkaian Bait lainnya pada Blog Kami dari Semua