KAMI DARI SEMUA : IndonesiAn BlogWalker

Blogging… Way I Get Relax a little while Learning     

Tag Archives: Asia

Kami Dari Semua : Naskah Sumpah Pemuda ‘Romantika Idealisme Cinta Pemuda-Pemudi Indonesia Menyiasati Penjajahan Belanda’ : { with a Question } How are You Today Young Indonesian?

Artikel Sumpah Pemuda on Kami Dari Semua – Indonesian Blogwalker

Aku Bersenjata Bahasa

Mungkin ada diantara kita yang belum sempat tahu sisi lain dari kesuksesan penjajahan Belanda di Negara kita dahulu. Belanda tidak mengandalkan senjata sebagai alat utama untuk menguasai Indonesia tapi sesungguhnya “BAHASA” lah yang menjadi senjata andalan mereka dalam mempertahankan cengkraman kuku-kuku penjajahan. Belanda mempelajari struktur ikatan-ikatan kontrak suksesi, Belanda mempelajari sastra-sastra yang berkembang di seluruh Nusantara ia mempelajari sejarahnya dengan begitu ia masuk ke dalam definisi alam sadar manusia Indonesia dan menguasainya secara absolut selama ratusan tahun.

Artikel berjudul Kami Dari Semua : Naskah Sumpah Pemuda ‘Bahasa Idealisme [beberapa] Pemuda Indonesia Menyiasati Penjajah Belanda’ dibuat sebagai pengingat ( khususnya bagi saya ” Kami Dari Semua “) betapa “Bahasa” yang ‘Indah, Santun, Cerdas & Jujur’ mampu melahirkan Prestasi Agung yang akan dicatat dengan tinta emas sejarah dan untuk seterusnya selalu mampu menjadi Belaian Lembut yang memotivasi langkah-langkah setiap Insan yang erat memegang amanah dalam cinta untuk Bangsanya SEKALIGUS menjadi Cambukan Keras yang mengangakan luka perih didalam Hati yang (di)tersembunyi(kan) oleh orang-orang yang menghianati Bangsanya.

Apa yang dilakukan Belanda merupakan sebuah fase pertama dalam membangun kekuasaan. Sebuah hukum Revolusi Tingkat Pertama yaitu : “Kuasai Bahasanya, sebelum menguasai orangnya”. Karena dengan bahasa alam pikir bisa terbentuk dan tindakan-tindakan bisa diarahkan. Inilah sebabnya kenapa intelektual-intelektual kita tidak pernah menggunakan bahasa Jawa atau bahasa lokal sebagai alat penggerak tapi menggunakan hukum-hukum grammar Belanda yang kemudian mengejewantah dalam bahasa Indonesia. Grammar Belanda inilah yang digunakan Sukarno untuk menciptakan peluru revolusinya : Pidato-Pidato.

Lanjutkan Membaca, jangan luruh semangat juang menapaki BAHASA CINTA untuk Bangsamu…

Advertisements

Kami Dari Semua : Lagu Wajib Ujian Sertifikasi Ahli Pengadaan Barang & Jasa


~~o0o~~

Jokes about Civil Servant on Kami Dari Semua

.3th. Ujian Sertifikasi Ahli Pengadaan Barang & Jasa ( PNS )

Sebuah percakapan mengenai materi ujian Sertifikasi Ahli Pengadaan Barang & Jasa di salah satu Instansi Pemerintah

Susi : “Eh Silo… untuk tahun 2011 ini materi ujian sertifikasi ahli pengadaan barang jasa akan ditambah dengan ujian praktek”

Silo : “Ujian praktek ? praktek apaan ? praktek pengadaan? kaya simulasi aanwijzing, pembukaan, dsb begitu?” []
Lanjutkan tertawanya »

Kami Dari Semua : Pesona Jakarta [ Lima Kekuatan Perebutkan Betawi ]

Kami Dari Semua - Sunda Kelapa - Jakarta

Pelabuhan Sunda Kelapa : Gerbang Utama Jakarta Tempo Dulu

Jakarta, yang pada 22 Juni 2011 lalu berusia 484 tahun, telah mengalami beberapa kali pendudukan asing. Warga Barat yang pertama kali mendatangi Sunda Kalapa saat masih menjadi pelabuhan Kerajaan Pajajaran adalah Portugis. Kapal-kapal dari Eropa Selatan itu berlabuh di Sunda Kalapa pada 1513. Sekitar 100 tahun mendahului Belanda.

Ketika itu agama Islam sudah mulai menyebar di sekitar Jakarta. Karena pihak Kerajaan Pajajaran beragama Hindu, dia melihat keberadaan Islam sebagai ancaman terhadap eksistensi agamanya. Karenanya, kerajaan yang berpusat di Pakuan (Bogor) ini mengadakan perjanjian dengan Portugis yang diberi izin membangun loji (gudang dan benteng pertahanan) di Sunda Kalapa. [ ]

Lanjutkan membaca…

Kami Dari Semua : Pesona Jakarta Tempo Doeloe [ dan ‘Pembangunan’ Yang Memudarkannya ]

kamidarisemua.worpress.com - Jakarta Tempo Doeloe

Tulisan ini merupakan sebuah Komentar Ariko Kami Dari Semua pada Blog Djakarta Tempo Doeloe milik Abah Alwi Shahab

Sering saya membayangkan suasana Jakarta pada zaman itu pastilah sangat berbeda jauh dibandingkan keadaan Jakarta hari ini, meskipun sejak dulu Batavia telah menjadi pusat pemerintahan dan kegiatan bisnis seperti halnya Jakarta saat ini.

Dalam bayangan saya, untuk suatu kota yang menjadi ikon kebesaran dan kejayaan pada zamannya, Batavia / Jakarta tempo dulu dibangun dan dikembangkan dengan perencanaan yang lebih baik serta dikelola jauh lebih baik pula. Pada masa-masa tersebut semuanya lebih tertata rapi, lebih Indah dan lebih nyaman bila dibandingkan dengan keadaan kota Jakarta hari ini yang menjadi penerus cerita kemegahan kota terbesar di Indonesia itu di era Global ini. []

Teruskan membaca…